Sabtu, 18 Oktober 2014

Diksi



A.    Latar Belakang

             Memang harus diakui, kecenderungan orang semakin mengesampingkan pentingnya  penggunaan bahasa,  terutama  dalam tata cara  pemilihan kata atau diksi.
Terkadang kita pun tidak mengetahui pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar, sehingga ketika kita berbahasa, baik lisan maupun tulisan, sering  mengalami  kesalahan  dalam  penggunaan  kata, frasa, paragraf,  dan wacana.
             Agar tercipta suatu komunikasi yang efektif dan efisien, pemahaman yang baik ihwal penggunaan diksi atau pemilihan kata dirasakan sangat penting, bahkan mungkin  vital, terutama  untuk  menghindari   kesalapahaman  dalam berkomunikasi.
Diksi atau pilihan kata dalam praktik berbahasa sesungguhnya mempersoalkan kesanggupan sebuah kata dapat juga frasa atau kelompok kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengarnya.
Indonesia memiliki bermacam-macam suku bangsa dan bahasa. Hal itu juga disertai dengan bermacam-macam suku bangsa yang memiliki banyak bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang digunakan juga memiliki karakter berbeda-beda sehingga penggunaan bahasa tersebut berfungsi sebagai sarana komunikasi dan identitas suatu masyarakat tersebut. Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa terlepas dari berkomunikasi dengan sesama dalam setiap aktivitas. Dalam kehidupan bermasyarakat sering kita jumpai ketika seseorang berkomunikasi dengan pihak lain tetapi pihak lawan bicara kesulitan menangkap informasi dikarenakan pemilihan kata yang kurang tepat ataupun dikarenakan salah paham.
Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana pendukung dan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi. Pilihan kata atau diksi bukan hanya soal pilih-memilih kata, melainkan lebih mencakup bagaimana efek kata tersebut terhadap makna dan informasi yang ingin disampaikan. Pemilihan kata tidak hanya digunakan dalam berkomunikasi namun juga digunakan dalam bahasa tulis (jurnalistik). Dalam bahasa tulis  pilihan kata (diksi) mempengaruhi pembaca mengerti atau tidak dengan kata-kata yang kita pilih.
Dalam makalah ini, penulis berusaha menjelaskan mengenai diksi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam segi makna dan relasi, gaya bahasa, ungkapan, kata kajian, kata popular, kata sapaan dan kata serapan.

B.     Rumusan masalah
Adapun yang menjadi  rumusan makalah ini adalah:
                   - Pengertian Diksi (Plihan Kata)
             - penerapan diksi (pilihan kata) dalam kalimat ragam formal
                - pembahagian Diksi (Pilihan Kata)

C.     Tujuan
1. Mengetahui pengertian makna kata, diksi, dan gaya bahasa,
    2. Mampu menggunakan bahasa yang tepat dalam berkomunikasi.

BAB II
PEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN DIKSI
            Diksi dalam artian yang pertama, merujuk pada pemilihan kata  dan gaya ekspresi oleh  penulis dan pembicara. Atinya yang kedua adalah enusiansi kata.1
seni bicara yang jelas sehingga dapat di pahami oleh pendengar.2
 Pengertian diksi atau pilihan kata jauh lebih luas dari apa yang di pantulkan oleh jalinan kata-kata itu. Istilah ini bukan saja di pergunakan untuk menyatakan kata-kata mana yang di pakai untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan tetapi juga meliputi fraseeologi, gaya bahasa yang di ungkapkan. Fraseologi mencakup pesoalan kata-kata pengelompokan atau susunannya atau yang menyangkut cara-cara yang khusus berbentuk ungkapan-ungkapan.
Selain itu diksi menurut pendapat lain adalah ketepatan pemilihan kata di pengaruhi oleh kemampuan pangguna bahasa yang terkait dengan kemampuan yang memahami, mengetahui, menguasai dan penggunaan kata aktif dan efektif kepada pembaca dan pendengarnya. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kata-kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan. Kata yang tepat dapat membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Selain itu, pemilihan kata itu juga harus sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu

B.      PENERAPAN DIKSI (pilihan kata) DALAM KALIMAT RAGAM FORMAL
Dalam penggunaan kata-kata dalam kalimat harus dipilih secara tepat, sehingga dapat mengungkapkan maksud anda.
Beberapa alasan untuk memilih kata dan menggunakannya secara tepat.
1.      Kata-kata ada yang memiliki makna denotatif dan adapila sekaligus memiliki makna konotatif.
2.      Kata-kata yang memiliki makna umum dan makna khusus.
3.      Kata-kata ada yang memiliki makna sinonim.
4.      Kata-kata ada yang  berupa  kata ragam formal (baku) dan kata ragam percakapan
 (non baku).
5.      Kata-kata perlu digunakan secara tepat.
6.      Kata-kata perlu di tulis secara benar.

Hal itu di jelaskan satu persatu, sebagai berikut :
Denotatif dan Konotatif
Makna Denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adala suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebut makna konseptual. Kata makan, misalnya, bermakna memasukkan sesuatu ke dalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna kata makan seperti ini adalah makna denotatif.
Contoh kata denotatif :
-          Membicarakan
-          Memperlihatkan
-          penonton


Makna Konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan kepada sebuah makna konseptual. Kata makan dalam makna konotatif dapat berarti untung atau pukul.
                Contoh kata Konotatif :
-          Membahas, mengkaji
-          Menelaah, meneliti, menyelidiki
-          Pemirsa, pemerhati

Makna konotatif berbeda dari zaman ke zaman. Ia tidak tetap. Kata kamar kecil mengacu kepada kamar yang kecil (denotatif) tetapi kamar kecil berarti juga jamban (konotatif). Dalam hal ini, kita kadang-kadang lupa apakah suatu makna kata itu adalah makna denotatif atau konotatif.

Kata rumah monyet mengandung kata konotatif. Akan tetapi, makna konotatif itu tidak dapat diganti dengan kata lain sebab nama lain untuk kata itu tidak ada yang tepat. Begitu juga dengan istilah Rumah Asap.

Makna –makna konotatif sifatnya lebih profesional dan operasional daripada denotatif. Makna denotatif adalah makna yang umum. Dengan kata lain, makna konotatif adalah makna yang dikaitkan dengan suatu kondisi dan situasi tertentu. Misal:

Rumah Gedung, wisma, Graha

Penonton Pemirsa, Pemerhati

Dibuat Dirakit, Disulap

Sesuai Harmonis

Tukang Ahli, Juru

Pembantu Asisten

Pekerja Pegawai, Karyawan




Makna Konotatif dan Makna Denotatif berkaitan erat dengan kebutuhan pemakaian bahasa. Makna Denotatif ialah arti harfiah suatu kata tanpa ada satu makna yang menyertainya, sedangkan makna konotatif adalah makna kata yang mempunyai tautan pikiran, peranan, dan lain-lain yang menimbulkan nilai rasa tertentu. Dengan kata lain, makna denotatif adalah makna yang bersifat umum, sedangkan makna konotatif lebih bersifat pribadi dan khusus. Kalimat dibawah ini menunjukkan hal itu,

Dia adalah wanita cantik (denotatif)

Dia adalah wanita manis (konotatif)

Kata cantik lebih umum daripada kata manis. Kata cantik akan memberikan gambaran umum tentang seorang wanita. Akan tetapi, dalam kata manis terdapat suatu maksud yang lebih bersifat memukau perasaan kita.

Nilai kata-kata itu dapat bersifat baik dan dapat pula bersifat jelek. Kata-kata yang berkonotasi jelek dapat kita sebutkan seperti kata tolol (lebih jelek daripada bodoh), mampus (lebih jelek daripada mati), dan gubuk (lebih jelek daripada rumah). Di pihak lain, kata-kata itu dapat pula mengandung arti kiasan yang terjadi dari makna denotatif referen lain. Makna yang dikenakan kepada kata itu dengan sendirinya akan ganda sehingga kontekslah yang lebih banyak berperan dalam hal ini.

Perhatikan kalimat dibawah ini,

Sejak dua tahun yang lalu ia membanting tulang untuk memperoleh kepercayaan masyarakat.

Kata membanting tulang (yang mengambil dari suatu denotatif kata pekerjaan membanting sebuah tulang) mengandung makna “bekerja keras” yang merupakan sebuah kata kiasan. Kata membanting tulang dapat kita masukkan ke dalam golongan kata yang bermakna konotatif. Kata-kata yang dipakai secara kiasan pada suatu kesempatan penyampaian seperti ini disebut idiom atua ungkapan. Semua bentuk idiom atau ungkapan tergolong ke dalam kata yang bermakna konotatif.

Makna Umum Dan Khusus

Kata ikan memiliki acuan yang lebih luas daripada kata mujair atau lele. Ikan tidak hanya mujair atau lele, tetapi ikan terdiri dari beberapa macam, seperti gurame, sepat, tuna, baronan. Sebaliknya lele pasti tergolong jenis ikan; demikian pula dengan gurame, sepat, tuna, dan baronang pastilah jenis ikan. Dalam hal ini kata yang acuannya lebih luas adalah Kata Umum, seperti ikan, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut Kata Khusus, seperti gurame, tuna, lele, baronang.

Contoh kata bermakna umum yang lain adalah bunga. Kata bunga memiliki acuan yang lebih luas dibandingkan dengan kata mawar. Bunga bukan hanya mawar, melainkan juga melati, dahlia, anggrek dan cempaka. Sebaliknya, melati pasti jenis bunga; anggrek juga tergolong bunga, dahlia juga merupakan senjenis bunga. Kata bunga yang memiliki acuan yang lebih luas disebut kata umum, sedangkan kata dahlia memiliki acuan yang lebih khusus dan disebut kata khusus.

Pasangan kata umum dan kata khusus harus dibedakan dalam pengacuan yang generik dan spesifik.

Sapi, kerbau, kuda dan keledai adalah hewan-hewan yang termasuk segolongan, yaitu golongan hewan mamalia. Dengan demikian, kata hewan mamalia bersifat umum (generik), sedangkan sapi,kerbau, kuda adalah kata khusus (spesifik).

Kata makna bersinonim
Kata bersinonim adalah kata yang bentuknya berbeda namun pada dasarnya memiliki makna yang hampir mirip atau serupa.
Dalam penggunaan kata besinonim harus memilih kata yang tepat  dalam kalimat ragam formal.
Karena meskipun bersinonim pada dasarnya memiliki perbedaan dalam konteks penggunaannya.

Contoh kata bersinonim :
-          Cerdas                         = cerdik, hebat, pintar.
-          Besar                            = agung, raya
-          Mati                            = mangkat,wafat,meninggal
-          Ilmu                            = pengetahuan
-          Penelitian                    = penyelidikan
      Kata baku dan non-baku
Kata baku dan non-baku dapat dilihat berdasarkan beberapa  ranah seperti :
a.      Ranah finologis
Kata baku yang memiliki kata non-baku karena :

            - penambahan fonem

               Kata baku                             kata non baku
               Imbau                                   himbau
               Andal                                   handal
               Utang                                   hutang

- pengurangan fonem

   Kata baku                             kata non-baku
   Terap                                    trap
   Terampil                               trampil
   Tetapi                                   tapi
   Tidak                                    tak

- pengubahan fonem

   Kata baku                             kata non-baku
   Telur                                     telor
   Ubah                                    obah
   Tampak                                nampak






b.      Ranah morfologis
Kata baku yang memiliki kata nonbaku karena  hasil proses morfologis.

- pengurangam fonem
  Kata baku                              kata non-baku
    Memfokuskan                     memokukan
    Memprotes                          memrotes
    Memfitnah                          memitnah

- pengubahan fonem
  Kata baku                              kata non-baku
    Mengubah                           merubah

- penggantian afiks
  Kata baku                  kata non-baku
Menangkap                 nangkap
 Menatap                     natap
Mengambil                  ngambil
Menahan                     nahan

- kelebihan fonem
Kata baku                                kata non-baku
Beracun                                   berracun
Beriak                                      berriak
Beribu                                     berribu
Becermin                                 bercermin

c.       Ranah leksikon
Kata (frasa) baku yang memiliki kata (frasa) non-baku yang terdapat dalam  ragam percakapan.




Cotoh  pasangan kata (frasa) baku dan kata (frasa) non-baku sebagai berikut :
 Frasa baku                              frasa non-baku
   Tidak terlalu                                    tidak begitu
   Belum masak                        belum matang
   Tidak mau                            enggak mau
   Hanya nasi                           nasi doang
       Selain menggunakan kalimat ragam formal, juga menggunakan ragam percakapan,
 contoh nya :

frasa baku                                frasa non-baku
 waktu lain                              lain waktu
 Amat besar                             besar amat
 Amat mahal                            mahal amat
             pertama kali                            kali pertama

       Dalam kalimat  ragam formal, kita sering membuat kata-kata yang maknanya redundan.       Artinya,kata-kata yang di gunakan sudah melebihi makna, contohnya :
frasa baku                    frasa non-baku
Sangat pedih               amat sangat pedih, amat pedih
Paling kaya                  paling terkaya terkaya

    Dalam bahasa indonesia, karena adanya penyerapan bahasa asing atau bahasa daerah (sanskerta) terdapat pasangan kata baku dan non-baku. Maka harus memilih dan menggunakan kata serapan yang sudah di bakukan.
Kata baku                      kata non-baku
Apotek                                    apotik
Asas                            azas
Asasi                           azasi
Analisis                       analisa

5.      Penggunaan kata secara tepat
Dalam kalimat ragam formal, kita perlu menggunakan kata-kata secara tepat dalam hal penggunaan kata depan.4
 Seprti :

-          Kata di seharusnya di gunakan pada, contoh
Penggunaan kata yang tepat                           penggunaan kata yang tidak tepat
Pada siang hari                                                di siang hari
Pada pagi hari                                                 di pagi hari
Pada kita                                                         di kita

-          Kata ke yang seharusnya di gunakan kepada, contoh :
Penggunaan kata yang tepat                           penggunaan kata yang tidak tepat
 Kapada kami                                                  ke kami
Kapada kita                                                     ke kita
Kepada ibu                                                      ke ibu

Dalam penggunaan kata depan dan kata penghubung  harus digunakan secara tepat, yang sesuai dengan jenis keterangan dalam jenis kalimat,:
1.      Untuk keterangan tempat di gunakan kata di, ke, dari, di dalam, pada.
2.      Untuk keterangan waktu digunakan kata pada, dalam, setelah, sebelum, sesudah, selama, sepanjang.
3.      Untuk keterangan alat di gunakan kata dengan.
4.      Untuk keterangan tujuan digunakan kata agar, supaya, untuk, bagi, demi.
5.      Untuk keterangan cara digunakan kata dengan, secara, dengan cara, dengan jalan.
6.      Untuk keterangan penyerta di gunakan kata dengan, bersama, beserta.
7.      Untuk keterangan perbandingan atau kemiripan digunakan kata seperti, bagaikan,laksana.
8.      Untuk keterangan sebab di gunakan kata karena, sebab.

6.      Penulisan  kata secara benar

Dalam kalimat ragam formal, harus menuliskan kata secara benar seperti :

-          Penulisan kata depan di yang benar adalah di tulis secara terpisah dari kalimat yang sesudahnya.
-          Penulisan kata depan ke yang benar adalah di tulis secara terpisah dari kalimat yang sesudahnya.
-          Penulisan kata depan dari yang benar adalah di tulis secara terpisah dari kalimat yang sesudahnya.

Selain  kesalahan penulisan kata depan (preposisi), sering pula kesalahan sebagai    berikut :
-          penulisan partikel non seperti pada contoh :
penulisan yang benar                           penulisan yang salah
Non-Indonesia                                                non Indonesia
Non-batak                                           non batak
Nonformal                                           non formal, non-formal

-          penulisan partikel sub seperti pada contoh :
      penulisan yang benar                          penulisan yang salah
subbab                                                 sub bab, sub-bab
subbagian                                            sub bagian, sub-bagian

-          penulisan pertikel per seperti pada contoh :
penulisan yang benar               penulisan yang salah
per jam                                                perjam
per bulan                                             perbulan
per tahun                                             pertahun
-          penulisan kata per
kata per yang memiliki arti ‘menjadikan lebih’ atau memperlakukannya sebagai’
   Penulisan yang benar                       penulisan yang salah
   Perbesar                                            per besar
   Persingkat                                        per singkat

Dalam bahasa indonesia, kata “ pun “ yang mempunyai arti :
”juga” harus di tuliskan secara terpisah dengan kata yang di ikutinya
  Penulisan yang benar                  penulisan yang salah
              Aku pun                                            akupun
                Sedikit pun                                      sedikitpun

kata pun pada kata tertentu yakni ungkapan yang sudah padu harus di tuliskan serangkai   dengan kata yang diikutinya.
Penulisan yang benar                          penulisan yang salah
Meskipun                                            meski pun
Bagaimanapun                                    bagaimana pun

Dalam kata pasca, bentuk terikat pasca di tulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Penulisan yang benar                          penulisan yang salah
Pascasarjana                                        pasca sarjana, pasca-sarjana
Pascapanen                                          pasca panen, pasca-panen

Selain itu dalam penulisan awalan tertentu, seperti :
Penulisan yang benar                          penulisan yang salah
Betolak belakang                                betolaktolang
Mendarah daging                                mendarahdaging

7.      Homonim, Homofon, Homograf
a.      Homonim
Homo artinya sama, nym berarti nama, jdi homonim adalah sama nama, sama bunyi tetapi beda makna, contoh : bandar sama dengan pelabuhan, dan dan pemegang uang dalam perjudian.

b.      Homofon
Bunyi atau suara yang mempunyai sama, berbeda tulisan dan berbeda makna contoh :
Bank : tempat menyimpan uang
Bang : panggilan untuk kakak laki-laki

c.       Homograf
Sama tulisan, berbeda bunyi dan berbeda makna, contoh :
Ular kobra itu bisanya mematikan
Aku bisa memastikan ayah tidak akan marah jika aku telat pilang karena latihan

8.      Kata abstrak dan kata konkrit
Kata abstrak berupa konsep
Contoh : kebenaran pendapat itu begitu meyakinkan

Kata kponkrit berupa objek yang dapat diamati
Contoh : angka kelulusan SMA tingkat sumatera barat mengalami kenaikan hingga sembilan persen. Membicarakan membahas, mengkaji.



BAB III
PENUTUP


A.      KESIMPULAN
1.      Diksi adalah ketepatan pemilihan kata di pengaruhi oleh kemampuan pangguna bahasa yang terkait dengan kemampuan yang memahami, mengetahui, menguasai dan penggunaan kata aktif dan efektif kepada pembaca dan pendengarnya.
2.      Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.
3.      Makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
4.      Makna umum adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang luas dari kata yang lain.
5.      Makna khusus adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang sempit dari kata yang lain.
6.      Kata makna bersinonim
Kata bersinonim adalah kata yang bentuknya berbeda namun pada dasarnya memiliki makna yang hampir mirip atau serupa.
7.      Homonim artinya sama, nym berarti nama, jdi homonim adalah sama nama.
8.      Homofon adalah Bunyi atau suara yang mempunyai sama, berbeda tulisan dan berbeda makna.
9.      Homograf adalah Sama tulisan, berbeda bunyi dan berbeda makna.

DAFTAR PUSTAKA :
http://hafsahnasution.blogspot.com/
http://ilhamposts.blogspot.com/2012/11/makalah-pilihan-kata-diksi.html
http://senseleaf.blogspot.com/2012/03/diksi.html
http://irpantips4u.blogspot.com/2011/10/makalah-diksi.html

http://ilfen.blogspot.com/2012/11/program-konversi-kode-ascii-ke-biner.html